Archive for the ‘Teori Sosiologi Politik’ Category

GLOBALISASI DAN MODERNISASI DALAM KEBUDAYAAN JAWA

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teori Sosial dan Politik

Oleh :

Hanif Imaduddin            (D0310025)

Hanni Rizki Febriana     (D0310027)

Yudha                           (D0310065)

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

Daftar Isi

Halaman judul………………………………………………………………….…..i

Daftar isi…………………………………………………………………….……..ii

Resume Buku……………………………………………………………………..iii

Bab I : Globalisasi………………………………………………………………….1

  1. Pengertian globalisasi………………………………………………………1
  2. Dampak globalisasi………………………………………………………..2
  3. Teori globalisasi……………………………………………………………3

Bab II : Modernisasi……………………………………………………………….4

  1. Pengertian Modernisasi……………………………………………………4
  2. Teori Modernisasi………………………………………………………….5

Bab III : Kebudayaan………………………………………………………………8

  1. Pengertian Kebudayaan……………………………………………………8
  2. Kebudayaan Jawa…………………………………………………………10
  3. Bentuk- Bentuk Kebudayaan Jawa………………………………………10

Bab IV : Perkembangan Budaya Jawa Ditengah Arus Globalisasi Dan Modernisasi………………………………………………………………………11

  1. Perkembangan Kebudayaan Jawa………………………………………..11
  2. Dampak Positif terhadap kebudayaan Jawa……………………………..11
  3. Dampak negatif terhadap kebudayaan Jawa…………………………….12

Bab V : Pelestarian Kebudayaan…………………………………………………13

  1. Upaya Pemerintah………………………………………………………..13
  2. Upaya Masyarakat………………………………………………………..14
  3. Kebudayaan Sebagai Warisan Dunia…………………………………….15

Bab VI : Telaah Kaum Muda Tentang Kebudayaan Sekarang…………………..17

  1. Pandangan Kaum Muda………………………………………………….17
  2. Attitude Kaum Muda……………………………………………………..18
  3. Bangga Terhadap kebudayaan Lokal…………………………………….19

Daftar Pustaka……………………………………………………………………21

Biografi pengarang…………………………………………………………….…22

Read the rest of this entry »

Immanuel Wallerstein

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teori Sosial dan Politik

Oleh :

Hanif Imaduddin            (D0310025)

Hanni Rizki Febriana     (D0310027)

Yudha                           (D0310065)

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

Immanuel Wallerstein

Biografi Immanuel Wallerstein

Meskipun pada tahun 1960-an  Immanuel Wallerstein memperoleh pengakuan sebagai ahli Afrika, sumbangsih terpentingnya bagi Sosiologi adalah bukunya The Modern World system (1974). Buku tersebut cepat meraih sukses. Lahir pada tanggal 28 September 1930, Wallerstein mendapatkan ijazahnya dari universitas Columbia, termasuk gelar doctor pada tahun 1959. Selanjutnya ia memperoleh jabatan sebagai dosen di Columbia, setelah bertahun-tahun disana dan lima tahun jeda di Universitas McGill, Montreal, pada tahun 1976 Wallerstein menjadi professor utama sosiologi di universitas negeri New York di Binghamton.

Wallerstein meraih penghargaan prestius Sorokin atas jilid pertama buku The Modern World System pada tahun 1975. Sejak saat itu, ia terus mengerjakan topik ini dan menghasilkan sejumlah artikel dan dua jilid tambahan, tempat dia menganalisis sistem dunia sampai tahun 1840-an.

Sebenarnya, dalam banyak hal, perhatian yang telah diberikan dan masih akan ditujukan kepada analisisnya lebih penting ketimbang karya itu sendiri. Konsep sistem dunia menjadi fokus pemikiran dan penelitian dalam bidang sosiologi, sebuah prestasi yang tidak banyak dimiliki oleh ilmuwan lain. Kini banyak sosiolog yang meneliti dan melahirkan teori tentang sistem dunia bersikap kritis terhadap Wallerstein dalam satu atau lain hal, namun mereka jelas mengakui peran penting yang dimainkannya dalam kelahiran gagasan-gagasan mereka.

analisis sistem dunia” bukanlah teori mengenai dunia sosial, ataupun mengenai bagian dari dunia itu. analisis ini adalah protes terhadap cara-cara dimana penelitian ilmiah distrukturkan bagi kita semua dipertengahan abad ke-19.

(Wallerstein 1987 : 309)

Teori sistem dunia dapat dipandang sebagai skema teoretis, atau mitos pengorganisir (organizing myth), untuk memahami pola-pola kemajuan bangsa Eropa dan keterbelakangan Dunia Ketiga sebagai fenomena yang saling berkaitan. “Keberhasilan” yang diperoleh satu pihak mengakibatkan pemiskinan pihak lain. tesis mendasar mengenai teori sistem dunia sebagai “ilmu sosial” historis menyebutkan bahwa perekonomian dunia bangsa Eropa dibangun disepanjang abad ke-16 lewat penstrukturan pola-pola perdagangan dan pembangunan yang timpang antara Eropa Barat sebagai “pusat” (core) serta Eropa Timur dan Amerika Latin sebagai “pinggiran” (periphery). Pola pembangunan yang timpang serta pertukaran yang tidak adil ini bertahan hingga sekarang meskipun keanggotaannya diwilayah-wilayah pusat, semipinggiran dan pinggiran mungkin telah berubah.

Tulisan-tulisan Wallerstein yang terpenting menerapkan perbandingan-perbandingan historis dalam skala luas untuk mendapatkan dan memperlebar gambaran menyeluruh mengenai ekspansi, fluktuasi dan perubahan sistem dunia. Lingkup analisisnya mirip dengan sosiologi historis dari Barrington Moore atau yang lebih mutakhir, Theda Skocpol. Akan tetapi, perbandingan-perbandingan yang ia lakukan membuahkan kesimpulan yang amat berbeda dengan mereka. Segi paling menonjol dalam karya Wallerstein sebagai teorities sosial adalah perhatiannya yang terus-menerus terhadap masalah-masalah epistemologis dan metodologis yang tampak jelas dalam semua tulisannya. Read the rest of this entry »