Archive for the ‘Teori Sosiologi Klasik’ Category

KARL MARX

Tugas untuk memenuhi mata kuliah Teori Sosiologi Klasik


Oleh :

Yudha

D0310065

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

A. DIALEKTIKA

Gagasan tentang filsafat dialektis telah ada selama berabad-abad (Gadamer, 1989). Gagasan dasarnya adalah arti penting kontradiksi. Sementara kebanyakan filsuf dan arang awam melakukan kontradiksi-kontradiksi sebagai kesalahan-kesalahan, filsafat dialektis percaya bahwa kontradiksi-kontradiksi eksis didalam realitas dan cara ayang paling tepat untuk memahami realitas adalah dengan mempelajari mempelajarinya. Hegel menggunakan ide tentang kontradiksi untuk memahami perubahan historis. Menurutnya, perubahan historis digerakkan oleh pemahaman-pemahaman yang saling berlawanan yang merupakan esensi dan realitas, usaha-usaha kita untuk memecahkan kontradiksi-kontradiksi, dan kontradiksi-kontradiksi yang baru berkembang.

Marx juga menerima arti penting kontradiksi-kontradiksi untuk perubahan historis. Hal ini bisa dilihat dari rumusannya yang terkenal seperti “kontradiksi kapitalisme” dan “kontradiksi kelas”. Berbeda dengan Hegel, Marx tidak percaya bahwa kontradiksi-kontradiksi bisa dipecahkan dalam pemahaman kita yakni dipikiran kita. Bagi Marx kontradiksi ii benar-benar ada (Wilde, 1991: 207), dan tidak dapat dipecahkan oleh filsuf yang hanya duduk dibelakan meja tulisnya, melainkan oleh perjuangan hidup dan mati demi mengubah dunia sosial. Inilah tranformasi yang krusial karena dia mendorong Marx untuk membawa dialektika keluar lingkup filsafat menuju lingkup studi atas relasi-relasi sosial yang tumbuh didunia material. Fokus inilah yang membuat karya Marx sangar relevan untuk sosiologi meskipun pendekatan dialektika berbeda dengan pemikiran yang digunakan kebanyakan sosiolog. Dialektika lebih membawa kita pada minat untuk mengkaji sosial, ketimbang minat sosiologi tradisional terhadap level-level yang saling berhubungan dengan teratur dengan keseluruhan yang kohesif. Read the rest of this entry »