Archive for the ‘Struktur Sosial’ Category

Secara harfiah, struktur bisa diartikan sebagai susunan atau bentuk. Struktur tidak harus dalam bentuk fisik, ada pula struktur yang berkaitan dengan sosial. Menurut ilmu sosiologi, struktur sosial merupakan tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Struktur sosial hanya bisa muncul pada individu-individu yang memiliki status dan peran. Status dan peranan masing-masing individu hanya bisa terbaca ketika mereka berada dalam suatu sebuah kelompok atau masyarakat. Susunannya bisa vertikal atau pun horizontal. Untuk memahami stuktur sosial tersebut diperlukan 2 jalur, yakni:

–        Sebagai konsep (melalui penjelasan secara tertulis, mendengarkan, dan sebagainya)

–        Fakta empiris (melalui gejala-gejala dari masyarakat berupa bentuk tingkah laku, simbol-simbol, dan sebagainya)

Struktur Sebagai Konsep (penjelasan)

Merupakan hubungan antara posisi (bukan orang) yang sudah mengkristal (menjadi acuan / hubungan itu bersifat fertikal atau dapat disebut herarkis dan bukan merupakan posisi yang sama atau disebut horizontal). Seperti dalam bentuk gambar dibawah ini:

Keterangan Gambar Disamping:

Misal sebuah pemimpin dalam institusi pendidikan

(kepala sekolah)

Bawahan, dan seterusnya.

(maaf gambar tidak bisa dicopy disini)

Gbr. struktur sosial dalam masyarakat

Dalam gambar diatas semuanya saling berhubungan dan saling membantu satu sama lain. Maka disana terdapat sebuah prinsip umum yang dilaksanakan. Prinsip umum sendiri berarti bersikap dengan orang yang mempunyai posisi untuk mencapai sebuah tujuan. Contohnya bawahan bersikap hormat dan patuh terhadap atasannya. Ada beberapa struktur sosial yang mengandung konsep, antara lain: hubungan, prinsip umum, posisi/status, dan sifat herarkis. Prinsip umum berbeda dengan aturan. Prinsip umum sudah tercipta dengan sendirinya, seperti kebiasaan. Jika aturan bersifat memaksa dan jika tidak dilakukan maka akan mendapatkan sanksi.