Archive for the ‘Sistem Sosial Dan Budaya Indonesia’ Category

WAWASAN KEBANGSAAN MENCANGKUP NASIONALISME, MARXISME DAN ISLAMISME

Tugas untuk memenuhi mata kuliah Sistem Sosial Dan Budaya Indonesia


Disusun Oleh:

Nama              : Yudha

NIM                : D0310065

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2010

A. Wawasan Kebangsaan Yang Mencangkup Nasionalisme, Marxisme, Dan Islamisme

Wawasan kebangsaan pada hakekatnya adalah hasrat yang sangat kuat untuk kebersamaan mengatasi segala perbedaan dan deskriminasi. Wawasan kebangsaan Indonesia dimulai sejak timbulnya kesadaran kebangsaan yaitu sejak berdirinya Boedi Uetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Gerakan kebangsaan Boedi Oetomo tersebut kemudian dengan cepat berkembang dan meluas sehingga menghasikan sumpah pemuda pada tahun 1952 dan akhirnya sampailah pada puncaknya dalam proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Setelah proklamasi kemerdekaan, bangsa Indonesia banyak mengalami aksi-aksi pemberontakan dan juga aksi-aksi kekerasan dan brutal sehingga membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa. Adanya aksi-aksi tersebut menunjukkan betapa pentingnya bangsa Indonesia memelihara semangat, meningkatkan kesadaran dan pengertian tentang wawasan kebangsaan. Sebenarnya wawasan dari kata “wawas” dengan akhiran “an”. Wawas mempunyai arti pandang, sedangkan wawasan berarti cara memandang, meninjau, cara melihat dan cara tanggap inderawi. Dalam arti luas wawasan adalah cara pandang yang lahir dari keseluruhan kepribadian kita terhadap lingkungan sekitarnya, dan bersumber paada falsafah hidup suatu bangsa, serta mempunyai sifa subyektif.

Bangsa adalah suatu persatuan karakter atau perangai yang timbul karena persatuan, nasup, dan kesaatuan tekat dari rakyat untuk hidup bersama, mencapai cita-cita dan tujuan bersama terlepas dari perbedaan etnis, ras, agama, maupun golongan asalnya. Kesadaran kebangsaan adalah perekat yang akan memeiliki batin seluruh rakyat. Definisi ini nampak bahwa bangsa adalah sekelompok manusia yang: Read the rest of this entry »