Archive for the ‘Pengantar Sosiologi’ Category

SOSIALISASI


OLEH:

Nama              : Yudha

NIM                : D0310065

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2010

A. PENGERTIAN SOSIALISASI

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau kelompok. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu. Proses sosialisasi dapat diartikan sebagai proses belajar seseorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati norma-norma serta nilai-nilai masyarakat tempat ia menjadi anggota sehingga terjadi pembentukan sikap untuk berprilaku sesuai dengan tuntunan atau perilaku masyarakatnya.
Sosialisasi dimulai dari keluarga kemudian ke tetangga, teman sebaya, sekolah, masyarakat terbatas, komunitas kerja dan masyarakat luas.
Definisi sosialisasi:

1.      Prof Dr. Nasution, S.H Sosialiasi adalah proses membimbing individu ke dalam dunia sosial.

2.      Peter I Beger Sosialisasi adalah proses seorang anak belajar menjadi anggota masayarakat yang berpatisipasi aktif.

JENIS SOSIALISASI

Keluarga sebagai perantara sosialisasi primer. Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkukung, dan diatur secara formal.

1. Sosialisasi primer

Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya. Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.

2. Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami ‘pencabutan’ identitas diri yang lama. Read the rest of this entry »

PENGANDALIAN SOSIAL


Disusun Oleh:

1. Ika Nur Setiyawati                D031

2. Khoiriyah                               D0310037

3. Yudha                                                D0310065

4. Weni                                       D031

5. Kesha Primora                      D031

6. Novita                                     D031

7. Ratih Ardayani                                 D031

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN IMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2010

Pengertian pengendalian sosial secara sederhana adalah pengawasan terhadap kegiatan atau pun perilaku setiap anggota masyarakat supaya tidak menyimpang dari nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Dengan adanya pengendalian sosial diharapkan mampu mengawasi dan mencegah terjadinya berbagai penyimpangan sosial serta mengarahkan setiap individu agar berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Pengendalian sosial meliputi segala proses (yang direncanakan atau pun tiadak direncanakan) yang bersifat mendidik, mengajak, dan bahkan memaksa setiap warga masyarakat untuk mematuhi kaidah, nilai, norma sosial yang berlaku dalam masyarakat terkait. Adapun tujuan dari pengendalian sosial adalah agar kehidupan masyarakat berlangsung sesuai dengan pola-pola dan kaidah-kaidah yang sudah disepakati bersama sehingga tercipta kehidupan yang damai dan tertib dalam masyarakat. Terdapat lima fungsi pengendalian sosial, yaitu

1.      Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap  norma sosial

2.      Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma

3.      Mengembangkan rasa malu

4.      Mengembangkan rasa takut

5.      Menciptakan system hokum Read the rest of this entry »