Archive for the ‘Lembaga Sosial’ Category

KASUS TERORISME :cystg DI INDONESIA DAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA :marah

Terorisme, siapa yang tidak kenal dengan kata ini. Apa lagi bagi warga masyarakat Indonesia sendiri. Di Indonesia terorisme terjadi berulang-ulang maka dari itu warga masyarakat sudah sangat mengenal apa itu yang namanya terorisme. Aksi teror di Indonesia dimulai pada tahun 2000  dengan terjadinya bom di Bursa Efek Jakarta yang cukup merenggut banyak korban jiwa. Kemudian terjadi kembali bom yang paling mengerikan yaitu bom Bali 1 pada tahun 2002. Mayoritas korban dari bom Bali 1 ini adalah warga asing, khususnya warga Australia. Namun tak sedikit pula warga Indonesia yang tidak berdoasa yang menjadi korban akibat ulah bejat dari terorisme ini. Selang 3 tahun kemudian, terjadi kembali teroriasme yang lagi-lagi menyerang pulau Bali, yakni bom Bali 2 yang menghacurkan kawasan Bali. Tidak berbeda dengan bom Bali 1, mayoritas korban bom Bali 2 adalah warga asing yang sedang berlibur di pulau Dewata ini. Dilihat dari beberapa kasus bom yang terjadi di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya para pelaku pemboman atau yang biasa dikenal dengan sebutan teroris ini mempunyai misi utama yaitu menjaga bangsa Indonesia dari pengaruh bangsa Barat atau bangsa luar yang dapat membuat bangsa ini menjadi “rusak”. Dalam arti adat istiadat yang dijunjung tinggi oleh bangsa timur termasuk Indonesia menjadi terpengaruh oleh bangsa Barat yang mayoritas tidak mempunyai adat istiadat yang baik. Maka dari itu, aliran-aliran salah satu agama yang besar di Indonesia mengutuk keras akan hal ini, dan akhirnya mereka melakukan “jihad” baik itu dalam bentuk bom bunuh diri ataupun yang lainnya yang tentu saja orang yang “berjihad” itu rela mati demi mendapatkan jalan surga. Hal ini memanglah perlu diapresiasi karena dengan begitu adat istiadat orang Indoneesia khususnya akan tetap baik dimata dunia, namun ada yang salah dari ini semua yaitu cara mereka menjaga bangsa ini agar tidak terpengaruh oleh bangsa Barat. Dapat dibuktikan dengan beberapa kasus pemboman yang terjadi di Indonesia. Banyak warga Indonesia yang tidak bersalah yang meninggal akibat ledakan bom tersebut. Padahal yang menjadi sasaran teroris adalah warga negara asing atau para pendatang. Hampir dari semua teroris yang ada adalah berasal dari agama Islam. Agama yang sangat besar di Indonesia atau mayoritas warga Indonesia menganutnya. Agama ini mengajarkan kedislipinan yang tinggi dan mencintai kedamaian. Padahal, Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan antara sesama umat beragama. Lebih tepat jika dikatakan terorisme merupakan sebuah tindak kriminal yang merugikan banyak pihak, bukan berlandaskan Agama Islam. Jadi salah besar jika seorang teroris mengatakan perbuatan yang dilakukannya adalah sebuah kepatuhan terhadap agama.

Kekerasan dalam rumah tangga atau yang lebih dikenal dengan sebutan KDRT ini kerap menimpa peerempuan yang ada di Indonesia khususnya. Laporan kasus kekerasan terhadap perempuan yang diterima Komisi Nasional Perempuan dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dalam dua tahun terakhir, peningkatan laporan kasus kekerasan terhadap perempuan naik sekitar 100 persen (Kompas.com). Korban kekerasan seperti perempuan yang mengalami kekerasan fisik oleh suaminya, kemungkinan mengalami gangguan psikis. Dalam penelitian, ditemukan bahwa 9 dari 10 perempuan yang mengalami kekerasan fisik mengalami gangguan mental. Pelaku kekerasan dalam rumah tangga itu sebagian besar dilakukan suami atau mantan suami, yakni mencapai 79,76 persen. Sedangkan 4,95 persen perempuan yang mengalami kekerasan adalah anak-anak di bawah umur atau 18 tahun ke bawah (Kompas, 26 Desember 2006). Hampir 52% pelaku adalah suami, 23% karena tekanan ekonomi, sisanya karena pertengkaran, pemabok dan pelaku narapidana. Rekomendasi yang diberikan oleh LSM antara lain adalah penyadaran dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa KDRT bukanlah sekedar persoalan internal rumah tangga, tetapi adalah perilaku kriminal dan harus diadukan ke polisi. Selain itu perlu dilakukan pendidikan publik mengenai kekerasan dalam rumah tangga dan pendidikan itu difokuskan pada perempuan. Read the rest of this entry »

LEMBAGA AGAMA DI INDONESIA

Tugas Untuk memenuhi mata kuliah Lembaga Sosial


Oleh :

Yudha

D0310065

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

Dalam mempelajari lembaga agama, terlebih dahulu kita harus mengenal apa itu yang namanya agama. Agama, secara mendasar dan umum dapat didefinisikan sebagai seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan dunia gaib, khususnya dengan Tuhan Nya, mengatur hubungan manusia dengan manusia lainya, dan mengatur hubungan manusia dengan lingkungannya (Robertson, 1994). Dalam definisi tersebut sebenarnya agama dilihat sebagai teks atau doktrin, sehingga keterlibatan manusia sebagai pendukung atau penganut agama tersebut tidak tampak tercakup didalamnya.

Lembaga agama merupakan sistem keyakinan dan praktek keagamaan yang penting dari masyarakat yang telah dibakukan dan dirumuskan serta yang dianut secara luas dan dipandang sebagai perlu dan benar. Asosiasi agama merupakan kelompok orang yang teroganisasi secara bersama-sama menganut keyakinan serta menjalankan praktek suatu agama (Paul B Horton & Chesler L Hunt, 1991).

Fenomena yang ada di Indonesia yang kini disoroti oleh banyak pemuka agama adalah beragama tidak dapat diukur hanya dengan tekun bersembahyang, memakai simbol-simbol agama, dan sebagainya, karena semua itu ternyata tidak membawa banyak manfaat bagi kita semua dan bagi masyarakat Indonesia. Kerusuhan masih saja terjadi, masyarakat merasa tidak aman karena masih ada bom dimana-mana, para pelajar dan mahasiswa sering bertengkar dan bertawuran, dan sebagainya, padahal masyarakat kita ini hampir seluruhnya mempunyai agama dan memeluk agama. Sehingga orang beranggapan kalau tidak ada manfaat beragama. Karena kelihatannya sembahyangnya keras kejahatannya juga keras, sembahyangnya rajin korupsinya juga rajin sekali. Itulah yang disoroti oleh pemuka agama. Secara singkat manfaat hidup beragama adalah apabila terjadi perubahan atas diri kita ke arah yang lebih baik. Kalau seseorang memeluk suatu agama dan dengan memeluk, menganut dan setuju dengan agama yang dianut itu kemudian terjadi perubahan di dalam dirinya menuju ke arah yang lebih baik, maka agama itu bermanfaat bagi orang tersebut. Read the rest of this entry »