Archive for the ‘Cerpen’ Category

Sutra yang kusentuh ini harum, seharum wangi-wangiannya yang semerbak tertiup semilirnya angin malam. Tak dikata wanita itu hilang dengan sendirinya tanpa terduga sebelumnya olehku. Sebelum kuberkenalan dengan wanita itu, dia mengucapkan sepatah kata yang membuatku terpaku oleh kata-katanya itu. Kata yang sebelumnya tak pernah aku dengar dari seorang wanita yang cantik jelita nan anggun. Dia mengucapkan ‘amiret hisak’ seperti itulah aku mendengar dari bibirnya yang manis. Aku masih bingung dengan apa yang dia katakan padaku. Tanpa berfikir panjang kuperlahan mendekatinya, tetapi dia seakan menjauh dariku. Entah apa yang dia rasakan, tetapi aku bermaksud baik dengan ingin mengajaknya untuk berkenalan. Ku panggil wanita itu dengan sebutan sementara, yakni rofi’ah. Nama panggilan sementara itu datang dengan sendirinya dipikiranku. Tetapi apakah namanya benar-benar rofi’ah? Mungkin aku tidak percaya dengan hal-hal yang gaib, tetapi sesaat sebelum wanita itu pergi dari hadapanku dia menatapku dengan mata coklat mudanya yang jernih, seakan dia berkata langsung kepadaku menyebutkan namanya padaku. Angin yang terbang membawa debu tertiup menuju kearahku. Mataku terpejam beberapa menit agar tidak terkena debu yang dibawa angin itu. Aku tak percaya tempat yang aku datangi ini adalah sebuah tempat yang ramai, dan penuh dengan penjual dan pembeli, bukan lain dan bukan tidak ternyata sebuah pasar. Aku terus berfikir dan berfikir ulang, dimana aku berada sesaat sebelum di pasar ini. Aku kemudian menatap sepatuku yang kotor terkena lumpur, dan aku baru ingat, sebelumnya aku berada disebuah makam tua tak bertuan. “Tetapi aku tadi tersesat dan kehilangan arah, apakah aku sekejap dapat berada dipasar yang ramai seperti ini? Siapakah gerangan yang membawaku kesini? Apakah aku hanya mimpi?”, pikirku yang teramat dalam sampai-sampai aku dilihat banyak orang yang berada dipasar itu, seakan aku kehilangan pikiranku. Aku anggap ini adalah sebuah kebetulan dan tidak ada sangkut pautnya dengan hal-hal mistis. Read the rest of this entry »