Tak terbayang ketika dunia yang kau tinggali memaksamu untuk melangkah pergi. Meninggalkan seseorang yang kau cintai, manuju kehadapan ilahi. Yah, malam ini aku merindukan kalian. Merindukan betapa kalian sangat menjagaku disaat umurku beranjak pergi. Marindukan dongengmu yang membuat senyum bahagia di hidupku. Merindukan Peluk hangat dan kasih sayangmu padaku. Merindukan segalanya tentang kalian. Serta, merindukan ciuman manis yang tulus dikeningku ketika aku pura-pura tidur. Yah, itu terakhir kalinya aku melihatmu, merasakan ciuman tulus manismu, aku merindukanmu… Malam ini, mataku belum ingin terpejam, sebab aku ingin mengenangmu dalam imajinasiku. Mengulang kembali masa lalu bersama kalian, membuatku merasa lebih nyaman. Namun, pikiran ada batasnya, ketika kau dititik yang paling tinggi dan tak bisa turun perlahan lalu jatuh, jatuhlah juga air mata yang tersimpan dalam dua bola mataku. Sulit, sulit untuk menyeka air mata Kerinduan padamu. Air mata ini terus terjatuh tak tertahan ketika aku baru sadar, bahwa kalian memang telah lama meninggalkanku. Semoga kalian masih sama ketika berasa “disana”, tersenyum manis menyapaku ketika pagi tiba, membuatkan secangkir teh celup pendamping serabi yang hangat. Kalian orang tua keduaku, kalian mengajarkan pengalaman hidup yang sulit untuk ku bantahkan. Doaku disini, akan terus ku panjatkan untukmu…

*untuk orang tua keduaku, mbah Kakung dan mbah Putri yang telah lama berpulang, aku Marindukan Kalian…