Malam ini terlalu dingin untuk diungkapkan, dan terlalu beku untuk dikatakan dalam sebuah bait irama dan lantunan yang temaram. Andai kata – kata itu sebuah es yang kadang bisa mencair dan membeku, semuanya akan luluh dalam alunan kelabu. Ketika dunia yang kukenal saat itu hanya kanan dan kiri, semuanya terlihat sempurna dimataku. Senyum yang timbul menandakan masih terlihat polos dan penuh dengan angan – angan terbang dengan sayap kecil yang bulunya pun belum benar – benar lebat layaknya sebuah sayap angsa yang cantik. Dan ketika sebuah pohon itu tumbuh menantang angin, dari situlah kekecewaan hadir menumbangkan sebuah hati yang kokoh. Semuanya yang kulihat sempurna saat itu, jauh sekali berbeda dengan apa yang mengalir sekarang. Yah, berbeda. Aku pikir, perbedaan itu menjadi sebuah jembatan untuk tujuan bersama, tetapi hal itu salah, salah besar. Pengorbanan hanyalah sebuah alat untuk memuaskan hasrat seseorang, Senyum hanya dijadikan sebagai lampu mercusuar yang hanya bisa menyoroti dari kejauhan, dan pelukan hanyalah dijadikan sebuah tameng untuk tetap merantai dan mengikat seseorang untuk dijadikan sebuah hiasan rumahnya. Ironis, sebuah kekecewaan yang hinggap dan menetap didalam relung hari seseorang. Yah, ketika kau ini seorang yang bajingan, kau memang bajingan. Tetapi tak menutup kemungkinan kau akan menjadi sebuah malaikat kecil dalam hati seseorang yang sangat membutuhkan. Seorang yang sempurna memang tak mebutuhkan seorang yang bajingan, seorang yang hanya menjadi sebuah beban, seseorang yang hanya bisa bergantung dan tak dapat berusaha semaksimal mungkin. Tak pantas memang untuk terus bersama dengan seseorang yang sempurna seperti mereka, ya tak pantas. Kecewa, hanya itu yang dapat kurasa. Dahulu dan sekarang itu bagai sebuah pohon, ketika pohon itu masih muda, banyak orang merawat dan menjadikannya sebuah hiasan indah dalam pekarangan atau depan rumahnya, tapi ketika pohon itu sudah dewasa, banyak orang ingin menebangnya karena menghalangi jalan, membuat banyak sampah dedaunan yang jatuh dari pohon tersebut, menghalangi keindahan pemandangan kota, dan lain sebagainya. Sebuah pohon yang hidup diantara menara kota yang menjulang tinggi kelangit. :nerd