Dosen masuk kedalam kelas. Mulailah ia mencerca mahasiswa dengan rentetan pernyataan.

“apakah Tuhan itu ada?”

“adaaaa…,” serentak mahasiswa menjawab.

“apakah kalian bisa melihat Tuhan?” pak dosen lanjut bertanya.

“tidak.”

‘apakah kalian bisa menyentuh Tuhan?”

“tidak.”

“berarti Tuhan itu tidak ada,” tegas pak dosen. Suasana cukup tegang. Banyak mahasiswa yang rajin beribadah. Kalau tidak ada Tuhan lalu untuk apa ibadah itu?

“pak dosen,” bersuaralah seorang mahasiswa memecah sunyi. “apakah bapaka bisa melihat otak?’

“tidak.”

“apakah bapak bisa menyentuh otak?”

“tidak.”

“berarti bapak tidak punya otak!”

Rif’an Anwar. Si Gua Dari Gua Plato. Yogyakarta : KANISIUS. 2010.