Filsuf abad pertengahan suka berbicara tentang surge dan neraka. Bukan hanya surga secara umum, tapi mendetail sampai letak dapur sebelah mana, kamar mandi ada berapa, WC-nya duduk atau jongkok san sebagainya. Kalau membahas neraka, bukan hanya apinya yang meluap-luap, bahkan kayunya di impor dari mana, yang jual siapa, semua itu masuk dalam system filsafat mereka. Bidadari juga tidak luput dari pemikiran mereka. Parfum merk apa yang dipakai bidadari saja bisa jadi perdebatan yang sangat panjang.

Suatu saat seorang filsuf abad pertengahan membeberkan pimikirannya kepada para warga tentang surga dan neraka. Ia mengatakan bahwa surga dan neraka memang ada.

“apakah anda pernah kesana?” Tanya salah satu pendengar tiba-tiba.

“emmmm… belum sih” jawab si filsuf.

“wah, syukurlah,” sambung pendengar itu,” ternyata itu baru gossip.”

Rif’an Anwar. Si Gua Dari Gua Plato. Yogyakarta : KANISIUS. 2010.