KARAKTERISTIK HOME INDUSTRI

Tugas Untuk Memenuhi Matakuliah Sosioogi Industri


Oleh :

Yudha

D0310065

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2012

Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.

Home industri bagi sebagian orang adalah sebuah pilihan karena lapangan pekerjaan yang menjadi sangat menyempit. Namun, bagi sebagian orang memang sudah berniat membangun sejak lama karena menganggap home industri adalah sebuah pekerjaan yang menyenangkan, mudah, sekaligus menguntungkan dengan bernagai alasan. Misalnya saja dekat dengan anggota keluarga, mudah mengontrolnya karena dalam lingkup kecil, tak ada yang memarahi jika kita sendiri pemilik industry rumah tangga tersebut, dan tentu bisa memberika lapangan pekerjaan sendiri bagi orang-orang disekitar yang sedang membutuhkan.

Home berarti rumah, tempat tinggal, ataupun kampung halaman. Sedang Industry, dapat diartikan sebagai kerajinan, usaha produk barang dan ataupun perusahaan. Singkatnya, Home Industry (“Home Industri”) adalah rumah usaha produk barang atau juga perusahaan kecil. Dikatakan sebagai perusahaan kecil karena jenis kegiatan ekonomi ini dipusatkan di rumah. Pengertian usaha kecil secara jelas tercantum dalam UU No. 9 Tahun 1995, yang menyebutkan bahwa usaha kecil adalah usaha dengan kekayaan bersih paling banyak Rp200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dengan hasil penjualan tahunan paling banyak Rp1.000.000.000. Kriteria lainnya dalam UU No 9 Tahun 1995 adalah: milik WNI, berdiri sendiri, berafiliasi langsung atau tidak langsung dengan usaha menengah atau besar dan berbentuk badan usaha perorangan, baik berbadan hukum maupun tidak. Home Industri juga dapat berarti industri rumah tangga, karena termasuk dalam kategori usaha kecil yang dikelola keluarga.

Home industry sangat erat kaitannya dengan wirausaha pada diri seorang manusia. Berbicara industry maka sama juga berbicara laba dan laba adalah ujung pangkal sebuh usaha. Maka dari itu, tak heran banyak orang yang sukses menjalankan home industry kerena memang memiliki jiwa wirausaha yang pantang menyerah dan selalu berlajar dari segala kegagalan yang pernah dihadapi.

Industry rumah tangga tidak menyedot modal yang banyak, cukup padat karya, dan emiliki pasar yang cenderung stabil. Selain itu industry ini juga menyebar diberbagai wilayah di Indonesia sehingga tidak terpusat seperti perusahaan-perusahaan attau industry-industri besar yang terpusat dan mengandalkan investasi. Industry rumah tangga merupakan bentuk industry yang diklasifikasikan dlam jumlah tenaga kerja yang digunakan. Singkatnya industry rumah tangga adalah industry yang menggunakan tenaga lebih dari empat orang. Industry dalam bentuk seperti ini jelas memiliki modal yang sangat terbatas. Tenaga kerja yang digunakan berasal dari keluarga, begitu pula dengan pimpinan, pemilik atau pengelola industry ini merupakan kepala rumah tangga atau anggota keluarga yang dipercaya. Bentuk industry ini meski kecil dan dengan modal yang terbatas, namun omset yang diperoleh cukup menjanjikan jika bentuk usaha yang dijalankan memiliki pangsa pasar yang relative baik.

Seiring dengan semakin populernya dunia wirausaha atau yang saat ini dikenal dengan sebutan entrepreneur, industry rumahan ikut mengalami perkembangan sebagai salah satu bentuk wirausaha. Industry ini biasanya menghasilkan barang-barang kreatif, barang kebutuhan sehari-hari, makanan, pakaian, dan lain sebagainya. Untuk mendorong bentuk industry ini pemerintah juga harus memberikan bantuan melalui koperaasi atau perbankan dalam mengembangkan industry ini.

Kelebihan industry rumah tangga ini adalah kepercayaan yang terbangun dalam menjalalankan usaha. Hal ini dikarenakan keterlibatan penuh keluarga dalam membangun industry. Kepercayaan menjadi factor utama dalam mengolah modal, mengolah administrasi, penjualan, dan keuangan dalam industry ini. Dengan modal kepercayaan ini pula, jika kondisi industry sedang sepia tau lemah, selayaknya keluarga akan saling mendukung dan tidak menuntut banyak keuntungan yang sedang sulit diperoleh. Hal ini berdampak baik bagi upaya untuk membangun industry rumah tangga.

Sebagai sebuah industry yang mengutamakan kreativitas dan jalinan kekeluargaan, industry ini biasanya bergerak dalam bentuk-bentuk industry kreatif yang menghasilakn kerajinan tangan, keperluan rumah tangga, bahan makanan, atau makanan tradisional. Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan industry rumah tangga :

1. Industry Kerajinan

Industry ini menghasilkan hasil karya kreatif yang biasanya digunakan untuk hiasan rumah, hiasan mobil ataupun oleh-oleh yang menjadi ciri khas suatu daerah. Bahan-bahan yang digunakan dlam industry ini sangat beragam sesuai dengan kreativitas yang dimiliki. Misalnya saja kulit-kulit kerang yang dirangkai sedemikian rupa menjadi bunga atau binatang-binatang, bamboo yang dibuat menjadi sebuah pot buanga yang cantik atau dibuat alat music tradisional dan lain sebagainya. Salah satu industry rumahan yang ada di solo adalah Batik Roosmijati Online Shop.

2. Industry Bahan Makanan

Bahan Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia. Industry yang bergerak dibidang ini tentu menghasilan omset yang bisa dikatakan tinggi karena barang yang dihasilkan menjadi kebutuhan yang selalu dicari orang kebanyakan dan setiap hari. Industry bahan makanan biasanya menghasilkan tahu, tempe, oncom, kue, dan lain sebagainya. Tahu dan tempe misalnya, kedua bahan makanan tersebut merupakan bahan makanan yang digemari oleh masyarakat. Dalam proses pembuatannya baik industry tahu maupun industry tempe sama-sama menggunakan kacang kedelai. Harga kedelai sebagai bahan baku menjadi sorotan utama bagi pelaku industry ini. Oleh karena itu ketika kedelai harganya melambung dan harus impor keluar negeri, mereka sangat kawatir untuk melanjutkan usaha mereka. Disini peran pemerintah penting guna menjaga stabilitas harga khususnya harga kedelai dipasaran.

3. Industri Pakaian Ibadah

Jika industry pakaian sudah mencapai pada level-level perusahaan raksasa, pakaian ibadah dapat dijadikan sebagai salah satu hasil produksi industry rumah tangga. Hal ini ditujukkan dengan berkembangnya industry rumahan yang menghasilkan mukena, sarung, sajadah, busana muslim dewasa maupun anak-anak dan lain sebagainya. Keunggulan dengan menggunakan hasil industry ini adalah kualitasnya biasanya lebih bagus karena pembuatannya lebih teliti, bentuknya yang unik dan tidak pasaran dan kreatif, serta harganya yang relative terjangkau dan bersaing.

Selain ketiga contoh diatas tersebut, masih banyak benda-benda atau barang-banrang yang dihasilkan oleh para kreativator industry rumah tangga. Dengan kualitas yang baik, tidak sedikit dari hasil-hasil industry tersebut yang mencapai pemasarannya sampai ke mancanegara. Oleh karena itu, membangun industry rumahan dapat dilakukan sebagai bentuk wirausaha yang menjanjikan keuntungan yang dapat menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran tetapi kita juga harus bersiap menerima resiko wirausaha seperti saat sedang sepi permintaan, atau bahan baku yang relative mahal, kegagalan, karena tidak semua industry itu maju terus, ada saat-saat industry rumahan itu mengalami naik ataupun turun.

Untuk membangun industry rumah tangga yang sukses perlu diperhatikan beberapa factor yang mempengaruhinya. Factor-faktor ini dapat pula menjadi acuan para keluarga yang baru saja hendak memulai membangun industry rumahan. Factor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :

1. Modal

Bagi bentuk usaha apapun, modal merupakan factor utama yang harus dipenuhi. Untuk industry rumah tangga modal yang dimiliki biasanya memang tidak cukup besar karena berasal dari patungan keluarga maupun salah satu anggota keluarga saja. Meski demikian, dengan dibukanya peluang pinjaman modal dari pemerintah maupun bank, industry rumahan tidak perlu menutup diri tetapi justru dapat memanfaatkan kesempatan tersebut agar dapat melebarkan sayap usahanya. Asalkan pengelolaan modal tersebut jelas dan menghasilkan.

2. Kreativitas

Industry rumahan merupakan bagian dari industry kreatif, artinya industry ini mengandalkan kreativitas dalam mengembangkan usahanya. Tanpa kreativitas dan ide-ide baru yang inovatif industry rumah tangga khususnya yang menghasilkan benda-benda atau barang-barang kerajinan dapat mengalami penurunan bahkan kebangkrutan. Hal ini dikarenakan masyarakat atau pangsa pasar selalu menyenangi dan menantikan hal-hal yang baru.

Untuk meningkatkan kreativitas, para pelaku industry ini haruslah terus meng-update infomasi dan melihat peluang yang ada dari fonomena yang terjadi dalam masyarakat, misalnya saja pada saat ini sedang banyak digemari tokoh-tokoh dlam permainan tertentu sebut saja Angry Bird, maka industry rumahan dapat memproduksi boneka, pakaian, bantal guling, peralatan sekolah, dan lain sebagainya dengan motif dan bentuk gambar Angry Bird.

3. Pemasaran

Selain proses produksi, industry rumah tangga juga membutuhkan teknik pemasaran yang tepat sasaran. Jika pemasaran tidak berjalan dengan baik sebagus apapun kualitas barang yang dihasilkan tidak akan memerikan keuntungan apapun jika tidak terjual dipasar. Oleh karena itu pemasaran merupakan salah satu factor terpenting dalam industry rumahan tersebut.

Pada dasarnya pemasaran suatu barang hasil industry dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya yang sedang popular pada saat ini adalah pemasaran melalui internet atau online shop. Kelebihan pemasaran melalui internet atau online shop ini adalah tidak terbatas atau tidak dibatas oleh ruang dan jarak. Siapapun dapat mengakses dimana[un dan kapanpun. Selain itu pemasaran dengan cara seperti ini juga dapat dianggap efektif dan memberikan kemudahan. Dibutuhkan nilai kepercayaan dalam pemasaran dengan cara ini.

4. Peluang Dan Kesempatan

Peluang dan kesempatan merupakan dua hal yang sebaiknya tidak dilewatkan begitu saja apabila ingin membangun industry rumahan yang berhasil. Kemampuan dalam membaca peluang perlu ditingkatkan dan diasah semakin tajam. Sebagian besar pelaku industry yang sukses adalah mereka yang mampu melihat peluang dengan baik dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya pula. Selanjutkanya adalah kesempatan, kesempatan dapat dilakukan memalui informasi. Misalnya saja pameran-pamera, baik dalam maupun luar negeri dapat menjadi sebuah kesempatan yang baik guna mengmbangkan industry rumahan yang dijalankan tersebut.

Dengan memperhatikan keempat factor diatas industry rumaha tangga merupakan industry yang dapat dibangun menjadi industry yang emmberikan manfaat, keuntungan, dan kemakmuran baik bagi keluarga khususnya maupun bagi perekonomian pada umunya. Selain itu industry rumahan merupakan bentuk wirausaha yang dapat membantu pemerintah mengatasi pengangguran.

Industry rumah tangga juga membangun kreativitas anak bangsa dalam menghasilkan produk dalam negeri yang berkualitas sekaligus mengenalkan sebagian kekayaan karya bangsa dan Negara. Keyakinan, potensi, keahlian, dan kemampuan memanfaatkan peluang dan tidak takut akan mencoba dan kegagalan merupakan hal-hal yang menjadi acuan dalam membangun industry rumah tangga.

Daftar Pustaka

Ar Muhammad. Industri Rumah Tangga. Jakarta : PT Karya Unipress. 1983

S.R Parker, dkk. Sosiologi Industri. Jakarta : PT Bina Aksara. 1985

Muliawan, Jasa Unggul. Manajemen Home Industri. Yogyakarta : Banyu Media. 2008.

Mubyarto. Membangun Sistem Ekonomi. Yogyakarta : BPFE. 2000

http://id.shvoong.com/business-management/business-ideas-and-opportunities/2199801-industri-rumah-tangga/#ixzz27FwX3xxF

http://www.anneahira.com/industri-rumah-tangga.htm