Archive for September, 2012

LEDOK SAMBI, WISATA DESA ASRI JOGJA

Tugas Untuk Memenuhi Matakuliah Sosiologi Pariwisata


Oleh :

Yudha

D0310065

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2012

A. Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan negara yang sangat berpotensi untuk pengembangan pariwisata dengan banyaknya potensi wisata alam dan wisata budaya yang ada. Sumber daya alam berupa hutan dengan segala isinya, daratan dengan segala bentuk dan gatranya, serta lautan dengan segala potensi dan perilakunya telah dimanfaatkan dan akan terus dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan.

Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk di dalamnya pengusahaan obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. Sedangkan definisi wisata sendiri adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata (Pendit, 1994). Dapat dikatakan bahwa kegiatan pariwisata merupakan kegiatan lintas sektoral, sehingga dalam pengembangannya akan melibatkan sektor lain seperti pertanian, perhubungan, perdagangan dan jasa, industri dan lain-lain. Pengembangan sektor pariwisata akan memberikan pengaruh atau multiplier effect pada pengembangan sektor-sektor lain dan akan memberikan pengaruh pada pengembangan kondisi perekonomian masyarakat. Read the rest of this entry »

KARAKTERISTIK HOME INDUSTRI

Tugas Untuk Memenuhi Matakuliah Sosioogi Industri


Oleh :

Yudha

D0310065

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2012

Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.

Home industri bagi sebagian orang adalah sebuah pilihan karena lapangan pekerjaan yang menjadi sangat menyempit. Namun, bagi sebagian orang memang sudah berniat membangun sejak lama karena menganggap home industri adalah sebuah pekerjaan yang menyenangkan, mudah, sekaligus menguntungkan dengan bernagai alasan. Misalnya saja dekat dengan anggota keluarga, mudah mengontrolnya karena dalam lingkup kecil, tak ada yang memarahi jika kita sendiri pemilik industry rumah tangga tersebut, dan tentu bisa memberika lapangan pekerjaan sendiri bagi orang-orang disekitar yang sedang membutuhkan.

Home berarti rumah, tempat tinggal, ataupun kampung halaman. Sedang Industry, dapat diartikan sebagai kerajinan, usaha produk barang dan ataupun perusahaan. Singkatnya, Home Industry (“Home Industri”) adalah rumah usaha produk barang atau juga perusahaan kecil. Dikatakan sebagai perusahaan kecil karena jenis kegiatan ekonomi ini dipusatkan di rumah. Pengertian usaha kecil secara jelas tercantum dalam UU No. 9 Tahun 1995, yang menyebutkan bahwa usaha kecil adalah usaha dengan kekayaan bersih paling banyak Rp200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dengan hasil penjualan tahunan paling banyak Rp1.000.000.000. Kriteria lainnya dalam UU No 9 Tahun 1995 adalah: milik WNI, berdiri sendiri, berafiliasi langsung atau tidak langsung dengan usaha menengah atau besar dan berbentuk badan usaha perorangan, baik berbadan hukum maupun tidak. Home Industri juga dapat berarti industri rumah tangga, karena termasuk dalam kategori usaha kecil yang dikelola keluarga. Read the rest of this entry »

PERWUJUDAN REALITAS SOSIAL HUKUM DALAM TIGA WILAYAH

Tugas Untuk Memenuhi Matakuliah Sosiologi Hukum


Oleh :

Yudha

D0310065

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2012

PERWUJUDAN REALITAS SOSIAL HUKUM DALAM TIGA WILAYAH

Birokrasi

1. Tindakan Sosial

Didalam instansi pemerintahan seperti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD, para wakil rakyat yang bertempat didaerah masing – masing propinsi tujuannya tidak lain adalah untuk mensejahterakan seluruh rakyat tanpa terkecuali.

2. Proses Kegiatan

Dalam kegiatannya, para wakil – wakil anggota DPRD tersebut seringkali mengadakan pertemuan, baik itu rapat terbuka atau tertutup guna membahas dan mencari solusi sekaligus bagaimana caranya untuk memajukan suatu propinsi itu, misalnya saja permasalahan ijin lokasi di daerah.

3. Pembuatan Keputusan

Dalam hal pebuatan keputusan, para anggota DPRD dengan seksama melakukan kinerjanya semaksimal mungkin maka terbentuk sebuah PERDA atau peraturan daerah yang memuat peraturan – peraturan mengenai perijinan lokasi di suatu daerah (misalnya daerah bandung). Keputusan itu harus ditaati dan dijunjung tinggi karena hal itu sudah menjadi sebuah kesepakatan bersama para anggota DPRD.

4. Kebijakan Publik

Dari keputusan yang telah disepakati bersama itulah terbentuk sebuah hukum yang sah dan resmi (secara tertulis) yang tercantum dalam perundang – undangan daerah setempat tentang perijinan lokasi suatu daerah (contohnya PERDA No. 7 Tahun 2012 Tentang Ijin Lokasi). Semoga hukum resmi yang telah dibuat tersebut tidak untuk dilanggar demi kepentingan – kepentingan orang tertentu demi mengeruk sebuah tujuan yang tidak baik. Read the rest of this entry »

DEFINISI SOSIOLOGI HUKUM

Tugas Untuk Memenuhi Matakuliah Sosiologi Hukum


Oleh :

Yudha

D0310065

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2012

Definisi Sosiologi Hukum Dan Ruang Lingkupnya

Sosiologi Hukum merupakan cabang Ilmu yang termuda dari cabang ilmu Hukum yang lain, hal itu tampak pada Hasil karya tentang sosiologi hukum Yang hingga kini masih sangat sedikit. Hal itu di karenakan eksistensi sosiologi Hukum sebagai ilmu yang baru yang Berdiri sendiri, banyak di tentang oleh para ahli,baik ahli hukum ataupun ahli sosiologi. Sosiologi hukum merupakan suatu Cabang ilmu pengetahuan yang antara Lain meneliti mengapa manusia patuh Pada hukum dan mengapa dia gagal Untuk menaati hukum tersebut serta Faktor-faktor sosial lain yang mempengaruhinya. Sosiologi hukum merupakan suatu cabang dari sosiologi umum.

Pengertian Sosiologi Hukum ini menganalisa bagaimana jalannya suatu Hukum dalam masyarakat, yang merupakan hal utama bagi para pengguna Hukum agar tahu betapa berpengaruhnya Hukum dalam suatu masyarakat, hal inilah yang membuat betapa harus kita belajar mengenai Sosiologi Hukum. Pengertian Sosiologi Hukum ini menganalisa bagaimana jalannya suatu Hukum dalam masyarakat, yang merupakan hal utama bagi para pengguna Hukum agar tahu betapa berpengaruhnya Hukum dalam suatu masyarakat, hal inilah yang membuat betapa harus kita belajar mengenai Sosiologi Hukum.

Adapula ciri dari sosiologi Hukum yang Berupa empiris atau berupa gejala masyarakat yang bersifat kenyataan dan tidak bersifat spekulatif. Analisa dari Sosiologi Hukum ini, diresap secara tidak sadar oleh masyarakat, baik secara internal maupun eksternal dalam melakukan suatu interaksi. Kita dapat Menarik contoh bagaimana masyarakat Meresap analisa sosiologi Hukum secara tidak sadar dalam hal kesadaran akan undang-undang. Read the rest of this entry »

TEORI KONSTRUKSI SOSIAL:

Sebuah Pemahaman Teoritik

PENDAHULUAN

Membahas teori konstruksi sosial (social construction), tentu tidak bisa terlepaskan dari bangunan teoritik yang telah dikemukakan oleh Peter L Berger dan Thomas Luckmann.  Peter L Berger merupakan sosiolog dari New School for Social Reserach, New York, Sementara Thomas Luckman  adalah sosiolog dari University of Frankfurt. Teori konstruksi sosial, sejatinya dirumuskan kedua akademisi ini sebagai suatu kajian teoritis dan sistematis mengenai sosiologi pengetahuan.

Sebagai catatan akademik, pemikiran Berger dan Luckmann ini, terlihat cukup utuh di dalam buku mereka berjudul “the Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge”[1]. Publikasi buku ini mendapat sambutan luar biasa dari berbagai pihak, khususnya para ilmuan sosial, karena saat itu pemikiran keilmuan termasuk ilmu-ilmu sosial banyak didominasi oleh kajian positivistik. Berger dan Luckmann meyakini secara substantif bahwa realitas merupakan hasil ciptaan manusia kreatif melalui kekuatan konstruksi sosial terhadap dunia sosial di seklilingnya, “reality is socially constructed”.

Tentu saja, teori ini berakar pada paradigma konstruktivis yang melihat realitas sosial sebagai konstruksi sosial yang diciptakan oleh individu yang merupakan manusia bebas. Individu menjadi penentu dalam dunia sosial yang dikonstruksi berdasarkan kehendaknya. Manusia dalam banyak hal memiliki kebebasan untuk bertindak di luar batas kontrol struktur dan pranata sosialnya dimana individu melalui respon-respons terhadap stimulus dalam dunia kognitif nya. Dalam proses sosial, individu manusia dipandang sebagai pencipta realitas sosial yang relatif bebas di dalam dunia sosialnya. Read the rest of this entry »