STRUKTUR DAN STRATIFIKASI SOSIAL
(RANGKUMAN)
Tugas Untuk Memenuhi Matakuliah Sosiologi Ekonomi


Oleh :
Yudha
D0310065

JURUSAN SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012

Rangkuman Mengenai Struktur Dan Stratifikasi Sosial
A.    Struktur Sosial
Struktur social dalam istilahnya disebut sebagai susunan masyarakat . Strutur social hendaknya menggambarkan aspek statis dari masyarakat. Kata struktur sendiri berasal dari kata Latin yakni structum yang berate menyusun, membangun, mendirikan. Kata structum diturunkan menjadi kata structural yang berarti susunan atau bangunan. Untuk membangun sebuh gedung lebih umum dipakai istilah konstruksi yang bermakna kerangka adalah merupakan hasil dari perpaduan dari bahan kayu atau besi menurut seni teknologi tertentu. Kata konstruksi memang tidak lazim dipakai untuk bangunan yang disebut masyarakat. Istilah yang dipakai adalah struktur social. Jadi menurut arti etimologis kata struktur social berarti susunan masyarakat .
Arti definisi lainnya mengenai strutur social adalah skema penempatan nilai-nilai sosio budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap sesuai demi berfungsinya organism masyarakat sebagai suatu keseluruhan dan demi kepentingan masing-masing bagian untuk jangka waktu yang relative lama  .
Jikalau zaman berganti, kebutuhan berubah, dan pandangan masyarakat tentang tata nilai mengalami perubahan pula, struktur social yang lama tidak perlu dipertahankan. Betapapun suatu struktur social masyarakat dianggap sebagai yang paling baik dan paling sesuai untuk waktu tertentu, tidak dapat dikatakan bahwa struktur-struktur itu akan tetap paling cocok untuk zaman yang sudah berubah. Struktur yang lama tidak dapat memberi jaminan yang pasti bahwa ia sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat yang telah berubah. Maka satu-satunya jalan yang baik adalah manyesuaikan struktur social yang lama dengnga situasi yang baru. Dari pengalaman terbukti bahwa sutu struktur social dapat bertahan lama. Hal demikian membawa keuntungan yakni stabilitas masyarakat tidak terganggu dan perencanaan yang telah dibuat oleh pemerintah bersama rakyat dapat dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu yang bebas dari gangguan perubahan. Jadi pada prinsipnya dapat dikatakan bahwa struktur social dapat berubah, bahkan pada situasi dan kondisi tertentu harus diubah.
Struktur social memilki berbagai jenis (menurut bukunya Hendropuspito. 1997) meliputi sebagai berikut;
1.    Struktur kaku dan struktur luwis
Disebut struktur kaku (rigid) jika struktur tersebut sama sekali tidak dapat diubah, atau sekurang-kurangnya orang menghadapi kesulitan besar untuk menyesuaikan struktur itu dengan situasi baru . Jika struktur itu diubah akibat yang muncul serba negative ; fungsi struktur tersebut akan terhenti atau berjalan tersendat sehingga hasilnya tidak memuaskan.
Untuk mengubah struktur, diperlukan syarat tertentu yang tidak mudah dipenuhi dalam waktu singkat, juga akan ditemui unsure kekuasaan yang tidak dapat diubah karena orang mempercayai unsur itu berasal dari Tuhan. Maka masalah-masalah baru yang muncul akan ditampung dan diatasi dengan prosedur yang lama.
Pemerintahan Indonesia terdapat banyak struktur yang kaku, semisal untuk mendapatkan ijin membangun sebuah rumah, sekian instansi harus dilewati, hal ini meyulitkan dan tidak seirama dengan jaman modern tetapi kekakuan itu jelas sulit untuk diubah.
Struktur luwes (elastic) adalah kebalikan dari struktur kaku (rigid). Disebut luwes apabila struktur itu membiarkan perubahan-perubahan terjadi dalam pola susunannya. Walaupun komposisi berubah fungsi tidak terganggu dan mutu dari hasil yang ditargetkan tidak mengalami kemunduran.
2.    Struktur Formal dan Struktur Informal
Disebut struktur formal atau struktur resmi jika struktur itu diakui pihak yang berwenang dengan ketetapan hukum. Sedangkan struktur informal atau tak resmi merupakan struktur yang nyata ada dan berfungsi tetapi tidak diakui oleh pihak yang berwenang atau ketetapan hukum.
3.    Struktur Homogen dan struktur heterogen
Disebut struktur homogen bilamana semua unsur didalamnya mempunyai pengaruh yang sama terhadap dunia luar. Sedangkan struktur heterogen disebut jika unsure-unsur yang ada didalamnya tidak mempunyai kedudukan yang sama dalam memberi pengaruh kedalam dan keluar.
4.    Struktur mekanis dan struktur statistic
Struktur mekanis adalah suatu struktur yang menuntut posisi yang tetap atau sama dari anggota-anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Perubahan posisi satu unsur manaun juga akan menimbulkan perubahan secara struktur. Perubahan itu mengakibatkan perubahan cara kerja sebagai mana mestinya.
Sedangkan struktur statistic adalah struktur yang dapat berfungsi dengan baik jika persyaratan jumlah anggota tertentu dipenuhi. Perubahan dalam satu dua unsur tidak menimbulkan gangguan yang berarti bagi seluruh struktur. Struktur tidak perlu diubah jika selama jumlah unsur yang berubah tidak melampaui batas tertentu.
5.    Struktur kewibawaaan dan struktur kerja sama
Struktur kewibawaan adalah struktur atas dasar kewibawaan, sedangkan srtuktur kerja sama merupakan struktur atas dasar kerja sama. Struktur atas dasar kewibawaan dibuat oleh anggota-anggota dengan berpeang pada prinsip yang mereka setujui bersama ; kepemimpinan yang tegas. Dalam struktur ini para anggota tida mendapat kesempatan mengemukakan pendapat juga tidak ikut mengambil putusan. Semua wewenang diserahkan kepada unsure pimpinan.
Sedangkan struktur atas dasar kerja sama adalah kebalikan dari struktur kewibawaan, prinsip yang dipegang bukan kewibawaan melainkan musyawarah. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat mengenai hal-hal yang bersangkutandengan apa dan bagaimana usaha bersama akan dilaksanakan.
6.    Struktur atas dan struktur bawah
Struktur atas diduduki oleh segolongan orang yang memegang kekuasaan atas politik, ekonomi, dan kebudayaan. Mereka menjadikan bidang-bidang itu sebagai landasan untuk menegakkan dan mengukuhkan kedudukan atau status mereka dimasyarakat, dengn demikian menentukan jalannya kehidupan masyarakat.
Struktur bawwah adlaah tempat bagi kaum proletar, golongan atau kelas ini terdiri dari bagian populasi yang sama sekali tidak mempunyai kekuasaan, dan tidak mempunyai pengetahuan.
Dalam pembahasan sebelumnya dikatakan bahwa masyarakat sebagai tempat hidup bersama merupakan suatu bangunan yang tersusun rapi yang disebut struktur social. Dalam gambaran umum itu belum ditampilkan secara eksplisit kerangka yang lebih rinci yang merupakan usnur penting disebut dengan istilah statifikasi social.pembahasan tentang startifikasi sosial tidak akan menghasilakan pengertian yang jelas kalau maslaah ini tidak dibahas dalam lapisan sosial dan status sosial.

Status Sosial
Adalah lokasi fisik tertentu yang diduduki seseorang dalam sebuah masyarakat luas . Status atau kedudukan sosial dibedakan menjadi 2 yaitu;
1.    Kedudukan resmi (formal status)
Adalah kedudukan yang diambil seseorang dalam satuan sosio budaya yang resmi. Dengna kata lain iakui oleh lingkuangan masyarakat itu. Semisal kedudukan seseorang sebagai presiden, gubernur, dan lain-lain yang mereka itu jelas diakui dan bersifat formal atau resmi.
2.    Kedudukan tak resmi (Informal Status)
Adalah kedudukan seseorang yang diambil dalam lingkungan sosio budaya yang tak resmi. Orang yang bersangkutan diterima umum berdasarkan kaidah-kaidah serta nilai-nilai sosial yang berlaku dalam lingkungan cultural itu. Missal, kedudukan seseorang sebagai dukun disuatu daerah.
Pengaruh yang timbul dari kedudukan resmi dan dari tidak resmi berbeda. Besarnya pengaruh kedudukan resmi dibatasi oleh peraturan resmi yang dibuat pihal atasan yang berwenang. Sedang, kedudukan tak resmi dapat emmberi pengaruh lebih besar dari pada keduduk resmi. Besarnya pengaruh tidak dibatasi peraturan formal, melainkan tergantung pada situasi yang nyata da dalam lingkungan sosio budaya orang yang memiliki kedudukan itu.
Para ahli sosiologi membedakan status yang diperoleh atas usaha sendiri (achieved status) dan karena factor bawaan (ascriebed status). Achieved status diperoleh seseorang bukan secara kebetulan melankan atas usaha sendiri, sedangkan ascribed sebaliknya, semisal keturunan.

Adapun factor yang menentukan kedudukan sosial tersebut, diataranya;
1.    Kelahiran (birth)
Suatu keluarga dianggap sebgai pangkal yang meneruskan kedudukan keluarga itu kpada keturunannya.
2.    Unsure bilogis (biological properties)
Jenis kelamin ikut menentukan kedudukan sosial, baik individual maupun kategorial
3.    Harta kekayaan (fortune)
Turut serta menentukan kedudukan seseorang baik itu secara perorangan maupun secara kategorial.
4.    Pekerjaan (proffesion)
Mempunyai propesi yang tinggi tentu akan menaikkan status seseorang
5.    Agama
Member kedudukan tertentu kepada pemeluknya
Lapisan Sosial
Adalah seegolongan warga masyarakat yang mempunyai kedudukan sosial setingkat . Kalau gambaran tempat yang rata kita alihkan kegambaran ruang masyarakat disitu kita jumpai tempat rata dalam arti sosiologis yang dihuni oleh suatu kategoriatau golongan orang yang mempunyai kedudukan sosial yang setingkat. Jadi penempatan segolongan orang dalam strata sosial yang sama didasarkan pada status sosial yang sama atau minimla setingkat. Mengenai status yang sama menjadi unsur inti dari lapisan sosial. Lapisan sosial mempunyai kecederungan untuk membedakan dirinya dengan lapisan sosial lain. Oleh karnanya orang yang menempati status tertentu memakai sebuah lambang , maksud dari lambang itu digunakan untuk mengetahui golongan mana saja mereka itu berasal .

B.    Stratifikasi Sosial
Adalah tatanan vertical berbagai lapisan sosial berdasarkan tinggi rendahnya kedudukan . Karena dalam  masyarakat terdapat berbagai kedudukan yang tidak sama tingginya, maka berbagai lapisan sosial yang terdapat didalamnya pun tidak sama tingginya. Untuk memperoleh suatu iktisar yang jelas, minimal dalam suatu sector kehidupan cultural tertentu perlu dibuat suatu tatanan yang baik dari lapisan-lapisan sosial yang berbeda-beda itu.
Masyarakat secara spontan menyusun lapisan-lapisan dalam jenjang vertika. Tiap-tiap lapisan ditempatkan pada tangga yang sesuai dengan dengan tinggi rendahnya kedudukan, berdasarkan criteria (kelahiran, harta, kekayaan dll) maka terciptalah suatu tatanan disebut stratifikasi sosial.
Dalam masyarakat dikenal dua tipe stratifikasi sosial yaitu tertutup dan terbuka. Tertutup menempatkan individu pada lapisan tertentu selama hidupnya, misalnya kasta di india. Sedang yang terbuka member etiap kesempatan pada individu untuk berjuang memperoleh status sesuai dengan prestasinya seperti pendidikan, pekerjaan, dll .
Adapun berbedaan yang tegas antara struktur sosial dan staarifikasi sosial adalah sebagai berikut;
Struktur Sosial
1)    Merupakan skema umum, mengatur nilai-nilai sosio budaya serta organ-organ sosial yang mendukungnya dalam keseluruhan masyarakat
2)    Bentuk skema tidak selalu vertical (piramida) dapat berbentuk lingkaran mendatar
3)    Lapisan-lapisan (strata) sosial dari masyarakat belum diperlihatkan secara skplisit
Statifikasi Sosial
1)    Skema tatanan kedudukan sosial yang sama dalam lapisan yang sesuai, merupakan bagian dari struktur sosial
2)    Bentuk skema selau vertical
3)    Lapisan-lapisan (starta) sosial ditampilkan secara eksplisit
Yang pnting dalam stratifikasi sosial adalah sifat vertical dari penempatan lapisan-lapisan itu. Lagi pula stratifikasi mengatur bagaimana hubungan antar lapisan harus dilakukan. Yang khas pada struktur sosial bukan sifat vertical dari penempatan unsure-unsur masyarakat, walaupun kemungkinan untuk membuat tatanan vertika itu tidak tertutup karena dalam kenyataan manusia lebih banyak berfikir dan bertindak menurut pola vertical. Namun disamping itu dalam masyarakat didapati pula pola pikir dan bertindak menurut pola lingkaran yang mendatar.

Daftar Pustaka

Drs. D. Hendropuspito OC. 1997. Sosiologi Sistematik. Jakarta : Rajawali Pers
Bambang Santosa, dkk. 2008. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Suarakarta : UPT MKU UNS Dan UNS Press.