MENGANALISA GAMBAR

SUNGAI MINI CHEONGGYECHEON DI SEOUL

Tugas untuk memenuhi mata kuliah Sosiologi Pembangunan


Oleh :

Yudha

D0310065

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/194-sungai-mini-cheonggyecheon-yang-menghanyutkan

Gambar diatas adalah Sungai Cheonggyecheon yang berada di Seoul, Korea Selatan. Jika dilihat sepintas, sungai itu merupakan sebuah proyek yang telah dirancang dengan sedemikian rupa dan yang pasti membutuhkan dana yang lumayan besar. Mengapa tidak, sepintas sungai itu terlihat rapi tertata, dengan pepohonan yang juga menjadi bagian hiasan sungai itu agar menjadi lebih cantik, selain itu tak terlihat sampah yang hanyut terbawa aliran sungai Cheonggyecheon tersebut, dapat dilihat juga para penjalan kaki menikmati sungai yang mengalir tak begitu deras, jernih, sekaligus bersih, dan yang lebih penting menarik untuk dipandang. Ada yang sedang duduk menikmati aliran sungainya, ada yang sedang bersantai dengan pasangannya dipinggiran sungai itu, ada pula pejalan kaki yang menyeberang dengan santai tanpa harus menahan bau yang menyengat yang diakibatkan oleh sampah (bukan bermaksud untuk menyindir sungai yang ada di Indonesia). Pembangunan yang telah direncanakan dengan matang dan biaya yang telah dipersiapkan kedepannya, menjadikan sungai Cheonggyecheon ini menjadi salah satu tempat pariwisata di Seoul, Korea Selatan, yang banyak sekali digandrungi oleh masyarakat sekitar dan juga para turis-turis yang sedang berkunjung disana.

Banyak sekali manfaat dari pada sungai Cheonggyecheon ini, mulai dari tempat untuk bersantai dan menikmati pemandangan sungai yang jernih dan menyegarkan, tempat untuk transportasi karena disana terlihat beberapa orang yang menyeberangi sungai itu, ada juga tempat khusus yang bertujuan untuk dilaksanakannya pameran-pameran foto dengan suasana yang mendukung didekat aliran sungai akan terasa nyaman dan sejuk sehingga pengunjung betah untuk besantai disana. Dengan berjalan-jalan menikmati suasana yang nyaman, hijau, penuh warna-warni bunga, dan kerlap-kerlip lampu kota, kita dapat bertegur sapa dengan orang-orang yang juga menikmati sungai itu, dan mungkin itu juga yang membuat warga disana semakin erat dalam menjalin kehidupan sosialnya, dan jika beruntung kita mungkin akan mendapat pasangan yang kita cari, itu dilihat dari aspek sosial. Jika ditinjau dari segi psikologis, masyarakan kota Seoul menjadikan sungai Cheonggyecheon sebuah kepuasan batin, kenapa, karena dengan menikmati keindahan alam yang didekor ulang oleh manusia khususnya pemerintah kota Seoul, tata letak yang dibuat secara matang, perkiraan dampak yang akan ditimbulkan kedepannya, dan biaya yang sudah dikeluarkan secara khusus, masyarakat sekitar yang menikmati sungai itu akan terasa nyaman dan terhibur. Bagaimana dengan segi lingkungan? Sudah pasti membawa dampak yang positif, sungai yang jernih tanpa sampah dan bau yang menyengat, udara yang sejuk, dan suara gemercik aliran sungai yang mengalir menjadikan sungai itu sumber energi positif yang menyehatkan dan ramah lingkungan seperti yang di eluh-elukan oleh salah satu organisasi pecinta lingkungan. Beralih ke ekonomi dan sumber daya manusia atau SDM, dilihat dari segi ekonomi dan SDM tentu sungai ini juga mempunyai dampak yang nyata. Dengan adanya sungai ini, munculah pedagan-pedagang (semisal es krim, air mineral) yang bertujuan untuk melegakan dahaga para warga yang sedang menikmati sungai Cheonggyecheon itu. dengan kata lain dapat mengurangi pengangguran.

Tapi, adakah dampak negatif yang ditimbulkan dengan adanya pembangunan sungai Cheonggyecheon ini? pasti ada dampak negatif yang ditimbulkan, tetapi mungkin relatif kecil karena dampak negatif itu pasti juga sudah dipikirkan sebelum melaksanakan pembangunan sungai itu. mungkin salah satunya berhubungan dengan para muda-mudi atau pasangan yang sedang bersantai disana pada malam hari. Mungkin tidak ada petugas yang menjaga sungai itu sampai larut malam sehingga para pasangan muda itu dapat melakukan hal-hal yang negatif. Selain itu, dengan adanya pengunjung yang banyak pasti dapat menimbulkan sampah yang telah dibawa oleh para pengunjung itu sendiri, tapi mungkin warga disana mempunyai tanggungjawab yang tinggi untuk menjaga tempat pariwisata salah satunya taman kota atau sungai Cheonggyecheon ini. Mungkin dampak negatifnya seperti itu. Dengan adanya sungai yang dibangun oleh pemerintah kota Seoul ini, menjadikan sungai ini sebagai salah satu contoh pekerjaan pembangunan pemerintah kota Seoul yang sukses dan perlu dicontoh oleh negara-begara yang tidak memperhatikan kebersihan sungainya sendiri khususnya Indonesia, tidak hanya di Ibu kota saja yang menjadi sentral kehidupan, tetapi juga daerah-daerah yang berada di Indonesia.

Timbul pertanyaan, bagaimana jika pembangunan sungai Cheonggyecheon dilakukan di Indonesia tepatnya di Surakarta? Menurut saya, itu bisa-bisa saja jika diterapkan di Surakarta, karena Surakarta ini sebuah kota yang sedikit demi sedikit terus merangkak naik dalam hal pembangunannya, tetapi lagi-lagi harus diperhatikan, dipersiapkan baik itu dekorasi dan biaya, dan ditanggulangi bagaimana nantinya menjaga, memelihara, dan menjadikan sungai itu tetap pada posisinya sebagai salah satu tempat pariwisata dan taman kota bukan tempat untuk pembungan sampah dan munculnya sampah-sampah masyarakat. Semua itu perlu waktu yang lumayan cukup lama jika ingin membangun taman kota seperti sungai Cheonggyecheon ini. para pemerintah yang bertugas membangun taman kota itu harus benar-benar bertanggungjawab, dana yang telah ditentukan nantinya benar-benar harus sesuai dengan apa yang telah digambarkan dalam pembuatan taman kota ini seperti sungai Cheonggyecheon, bukan malah diselewengkan atau dikorupsi. Selain itu juga para pengunjung maupun warga kota Surakarta yang harus benar-benar memperhatikan kebersihan taman kota tersebut. Jika dibandingkan warga kota Surakarta dan warga kota Seoul jelas sangat berbeda. Masyarakat kota Seoul benar-benar bertanggungjawab dalam hal menjaga kebersihan. Mereka menjaga kebersihan seolah-olah mereka menjaga kebersihan diri mereka sendiri. dan itu yang menjadikan taman kota atau sungai Cheonggyecheon ini benar-benar bebas dari sampah. Bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan warga masyarakat kota Surakarta itu sendiri? apakah mereka semua benar-benar telah menjaga kebersihan seperti menjaga kebersihan diri mereka sendiri? benar, sebagian besar atau malah semua warga telah menjaga kebersihan seperti menjaga kebersihan diri mereka sendir, tapi itu untuk warga kota Seoul, warga Surakarta? Entahlah, hanya kita yang dapat menjawabnya sendiri. ini merupakan sebuah cambuk diri kita yang harus secepatnya kita benahi, bukan mulai dari sekarang atau besok, tapi mulai detik ini. sudahkan anda menjaga kebersihan? :)