Archive for September, 2011

dunia ini memanglah sebuah misteri. banyak sekali kejadian-kejadian yang belum terungkap kebenarannya. semisal, kejadian yang diluar nalar dan pikiran manusia tetapi banyak sekali dipercaya oleh kalangan magis yang penuh dengam intrik dan mistik. pembukaan yang sedikit aneh bukan? entah kenapa hari-hari ini aku sangat suka dengan ‘genre’ yang berbau horor, terutama gothic. banyak kalangan yang menganggap ‘gothic’ sebuah aliran setan, iblis, dan entah apalah sebutannya, tapi menurutku ‘gothic’ adalah sebuah seni. gaya dandan para ‘gothic’ dan simbol-simbol yang digunakan memanglah terlihat ‘angker’ atau menyeramkan, tapi dibalik itu semua tersimpan sebuah seni yang dibuat manusia itu sendiri, bagaimana manusia itu menyamakan dirinya sebagai seorang setan dengan berbagai imajinasi yang mereka pikirkan dan yakini. sampai aku terkagum-kagum dengan ‘gothic’ ini, laptop aku mulai dari wallpaper, scen saver, mouse pointers, start orb, dan beberapa aplikasi skin aku jadikan gambar-gambar ‘gothi’. “keren”, pikirku. tapi, “hih…! menyeramkan…!”, kata beberapa temanku. selain laptop aku, hari ini aku juga membeli sebuah novel ber ‘genre’ horor. judulnya “Seringai Petaka Itu…” by Harry Puter. wah, pengarangnya kok hampir mirip dengan salah satu novel paling laris sepanjang ‘jagat’ ya? hihihi :ngakak

berikut aku berikan ulasan mengenai novel yang baru aku beli tadi, “Seringai Petaka Itu…” by Harry Puter :

“Selama ini kamu selalu merasa yang terkuat! tapi sekarang… kamulah yang terlemah!” Ia memukul bagian kepala dan menyusul dua pukulan. Sarmun yang tidak berdaya terus mundur.

“Ini untuk semua korbanmu!!” Dia menusuk bagian perut. “Ini untuk semua saudaraku.” Gun kembali menusuk. “Dan yang ini yang TERAKHIR! Untuk RATIIIH!!!” Tusukan itu mendarat tepat di ulu hati.

Iblis itu menjerit sekuat tenaga, sampai pita suaranya putus. Teriakannya lebih keras membelah sunyi malam. Teriakannya menggema ke seluruh pelosok Jeruk Legi. Gun encabut linggisnya, membantingnya, kemudian memungut pedangnya. “Tamatlah riwayat hantu Jeruk Legi. Selamat tinggal, hamba iblis!”

Dengan segenap keberanian yang masih dimiliki, dia menusuk punggung dua kali, namun setan itu tidak bergeraksedikitpun lagi. Gun menendang bagian pinggang, dan ia tetap tidak bergerak.

Begitu mengerikan dan mendebarkan kejadian-kejadian penuh petaka dalam hidupnya. Orang-orang tercintanyasatu demi satu direnggut laknat dari Jeruk Legi itu.

Malam kian tua dan keriput, Gun sudah siap ke alam mimpi, namun matanya membentur foto Lilis di atas meja. Foto itu diambilnya, ditatapnya wajah wanita pujaan hatinya itu. “Selamat jalan, Lilisku tersayang. Selamat berbahagia untuk selamanya.”

Dan tiba-tiba…. :takut

selanjutnya apa ya? wah, buat aku penasaran saja. hehehe… :takut

ingin sekali menyapanya, tapi apalah dikata perasaan, hati, dan pikiran tak mampu untuk melakukannya. ingin sekali berbincang dan melakukan suatu hal dengannya, tapi bibir ini terasa beku tak berdaya. ingin sekali duduk dan makan bersama dengannya, tapi keinginan itu hanyalah niat semata. ingin sekali pergi kesuatu tempat dengannya, tapi ternyata dia sibuknya tak karuan. ingin sekali aku membelikannya sesuatu yang berharga untuknya sebagai kenang-kenangan kita berdua, tapi apalah daya dia minta rumah, mobil, perhiasan, dan barang-barang mewah lainnya, mana ku sanggup? kerja saja belum? ingin sekali aku mengajaknya berdua untuk menikmati pemandangan kota dari pegunungan dimalam hari, tapi apalah dikata, dia minta ditemani temannya? jadi kita jalan bertiga. :cd ingin sekali aku menyanyikan lagu khusus untukknya, tapi apalah dikata dia minta aku menyanyikan lagu-lagu korea, mana kusuka? ingin sekali aku melukis wajahnya yang tersenyum ceria, tapi apalah dikata dia minta lukisan itu untuk dibakar saja, soalnya dia minta lukisannya mirip seperti cewe’ artis korea. mananya yang mirip? sama-sama manusia itu lagi mirip. ingin sekali aku menembak dirinya, eh, tanpa disengaja dia mau-mau saja. tapi aku menembaknya dengan senapan air saja agar dia tak suka meremehkan cowo’-cowo’ yang dikenalnya. gimana rasanya? makanya jadi orang jangan suka meremehkan, itulah akibatnya… hak hak hak :ngakak

Tuhan tahu apa yang selalu kita lakukan, kerjakan, dan perbuat. mulai dari melakukan perbuatan yang bermanfaat ataupun suatu hal yang maksiat. tidak hanya menyebut nama-Nya saja, tapi lebih afdolnya kita harus selalu ingat dengan-Nya, dengan cara beribadah sesuai syarat-syarat atau cara-cara yang telah diturunkan oleh-nya ataupun sesuai dengan syari’at. dengan damai dan khusyuk meminta perlindungan dari-Nya, tanpa disengaja tapi direncanakan oleh oknum “gila”, ibadah menjadi sebuah bencana. oknum yang selalu membawa nama-nama agama tertentu, ingin “eksis” menjadi selebriti dadakan dikalangan media. bukan selebriti yang sedang buming seperti Jojo dan Shinta, atau Norman Kamaru, melainkan sebuah organisasi yang ingin menteror dan ingin diakui keberadaannya. “jika mati, kau akan mendapatkan surga disisi ilahi” , tapi dengan jalan menciderai dan melakukan “bom” bunuh diri. seandainya di surga berkumpul orang-orang teroris, lebih baik aku menetap dineraka. pengecut untuk terorisme! najis untuk terorisme! bergabunglah dengan negara-negara yang laknat, jangan sentuh bangsa dan negara Indonesia, karena “kalian” tidak pantas untuk tinggal apalagi menetap dinegara yang mencintai damai dan solidaritas antar umat beragama. berdoa sejenak untuk kota Solo tercinta. semoga dapat dengan cepat berbenah diri dan semakin waspada terhadap teroris. dan pesan dari aku yang paling penting adalah, “untuk seluruh umat beragama, jangan terprovokasi sedikitpun dengan kejadian pengecut seperti bom yang terjadi di Solo ini. mari kita jalin silaturahim  :shakehand2 untuk lebih mempererat dalam memberantas terorisme ini“. Say No to Terrorism!!! :fuck: :fuck: :fuck:

diam-diam… aku selalu melihatmu. diam-diam… aku selalu memperhatikan apa yang kau lakukan. diam-diam… aku ada rasa ke kamu… dan, diam-diam… ternyata aku menyukaimu. sulit rasanya menjelaskan rasa kelabu ini. saat aku bertanya pada angin, ia menjawab, “jadilah seorang yang selalu lembut padanya seperti angin, jangan menyakiti hati dan perasaanya. hembuskan rasa cinta dan kasih sayang yang tulus dari hatimu, bukan dari nafsumu“. ketika aku keluar dan memandangi langit, aku bertanya pada bintang, ia lalu menjawab, “jadilah diri sendiri untuk mendapatkan hati dan perasaanya, pancarkan rasa percaya dirimu seperti bintang yang memancarkan cahayanya. jangan ragu dan jangan bimbang, beranilah untuk mencoba mendapatkan pujaan hati yang akan menjadi pendamping hidupmu“. saat awan yang gelap lenyap dari bulan, aku menyapa bulan yang terang benderang sembari bertanya padanya, ia kemudian menjawab, “saat aku purnama, bentukku akan sempurna. curahkan segala rasa cinta dan kasih sayang yang kau miliki untuknya, sesempurna mungkin“. terima kasih angin, bintang, bulan, kalian beri jawaban yang mencerahkan. tapi, aku hanya ingin jawaban yang pasti, jawaban pasti darinya. aku berfikir, apakah dia akan tersinggung dengan apa yang aku rasa padanya?aku… aku… aku benar-benar menyukaimu. jujur, aku tidak bisa mengatakan apa yang aku rasa padamu… ah… :nohope

entah kenapa hati ini terasa bergejolak. bergejolak penuh dengan semangat perjuangan. membara bagai bandung lautan api yang terbakar. berkobar bagai sebuah gudang senjata penjajah yang dilahap api kemarahan dan rasa ingin kebebasan. malam ini terasa lain. malam yang berbeda yang aku rasakan saat ini. dalam imajinasiku menggambarkan, aku sedang berperang. berperang melawan kesengsaraan, ketidakadilan, kekejaman, dan diskriminasi  yang diakibatkan oleh para pendatang yang sewenang-wenang. membawa sebuah senjata seadanya, cangkul, sabit, wajan, dan yang paling berkesan adalah bambu runcing buatan tangan. tak takut mati, untuk sebuah kemerdekaan dan kebebasan yang hakiki. meninggalkan anak dan bini, berharap sore nanti ayah bisa pulang untuk makan bersama, memeluk erat anak dan istrinya yang berharap-harap cemas. makan bersama tanpa sebuah meja ataupun kursi rotan, duduk sama rendah dengan sebuah alas dari daun lontar. dengan lauk seadanya, sebuah singkong rebus yang sudah dingin ditemani secangkir teh basi yang masih layak diminum dan sambal dari daun jambu. betapa sulitnya jaman dahulu. betapa enaknya jaman sekarang. sebuah peristiwa dan kejadian yang kontras antara masa lalu dan masa sekarang. apakah kita hanya menghafalkan nama-nama pahlawan tanpa mengetahui sejarah mereka? saatnya kita baca buku tentang sejarah. agar kita lebih lebih lebih lebih dan lebih bersyukur dapat hidup pada jaman sekarang. oya, dari Sekolah Dasar sampai sekarang aku kuliah aku ingin sekali baca buku berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. buku “jadul” alias jaman dulu. tapi belum kesampaian. aku sudah mencarinya, tapi belum juga ketemu buku itu. apakah ada yang mau meminjami buku itu ke aku? hehe… :hope

ketika merasa bahwa dunia ini kejam terhadap kita, lampiskan… lampiaskan dengan cara menulis sesuatu.  :cekpm ketika kita merasa orang-orang yang ada disekitar tidak adil terhadap kita, lampiaskan… lampiaskan dengan jalan melukis dan mencoret-coret sesuatu.  :ilovekaskus ketika banyak orang yang selalu memojokkan kita, lampiaskan… lampiaskan dengan cara menyanyi lagu-lagu yang menjadi playlist dihati.  :siul ketika tak hanya 1 orang yang menganggap kita aneh alias freak, lampiaskan… lampiaskan dengan jalan melihat film-film lucu dan menghibur.  :ngakak ketika semua orang telah melupakan kita, lampiaskan… lampiaskan dengan cara berjalan-jalan jauh dari rumah.  :travel ketika tak ada yang mau mendengarkan suara, pendapat, gagasan, dan perasaaan kita, lampiaskan… lampiaskan dengan jalan membaca buku-buku yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan.  :email: dan ketika kita benar-benar merasa sendiri dan diacuhkan orang lain, lampiaskan… lampiaskan dengan mendengarkan lagu-lagu yang menjadi soundtrack yang telah terkunci rapat dalam sebuah kotak kecil dalam hati.  :kr buka kunci itu, dan rasakan hentakan musik itu, rasakan seolah darah yang mengalir kesetiap urat nadimu, nikmati alunan-alunannya, ketika kau sudah merasa bosan, pikirkan matang-matang, lebih dalam, sangat dalam, katakan “aku tidak sendirian…“. :tabrakan:

ketika pendapat seseorang terabaikan. ketika suara seseorang tak didengar. terabaikan oleh seseorang yang keras kepala. tak didengar oleh seseorang yang juga keras kepala. seorang yang mempertahankan pendapatnya, tak mendengar suara-suara yang ingin menjatuhkannya, tak menggubris pendapat seseorang yang ‘mungkin’ sama baiknya, tak menghiraukan dan menganggap usulan seseorang, keras kepala… biarkan seseorang mengatakan pendapatnya, tapi tidak. biarkan seseorang mengutarakan suara hati dan pikirannya, tapi tidak. “apa yang saya katakan akan terlaksana, dan saya yakin itu baik”, kata seorang yang keras kepala. mengalah? tidak ada dalam kamus seseorang yang keras kepala. semuanya harus terpenuhi sesuai kriteria mereka, sketsa yang telah dipikirkan matang-matang dan merasa bangga dengan apa dibuatnya. masih sempat berpikir, bagaimana menghancurkan sebuah batu tanpa menggunakan sesuatu yang keras? :bingung apa dengan perasaaan? dengan hati? entahlah…

“eh, kamu ini kok aneh. eh, kamu ini kurang cakap. eh, kamu ini beda ma orang lain, bedanya kamu culunt. eh, kamu ngapain suka itu, bukannya yang ini lebih bagus. eh, mending kesini aja dari pada kesana. eh, eh, eh…” setiap orang terlahir dengan kebebasan. orang yang dapat menentukan ingin hidup seperti apa ya diri sendiri. tapi, ketika orang diintimidasi atau selalu dikritik habis-habisan apa yang akan terjadi? marah? pasti. benci? apalagi. sedih? ngapain sedih, kurang kerjaan. :cd jika ada macam orang (pasti ada) kayak gitu, “ke laut aja lu!“. bikin pusing kepala aja lu. pikir-pikir, buat apa orang macam gitu selalu mengkritik kita? apa jangan-jangan mereka memberikan perhatian spesial untuk kita? apa jangan-jangan mereka iri dengan kita? apa jangan-jangan mereka diam-diam suka dengan kita? apa jangan-jangan mereka benci dengan kita? apa jangan-jangan… pertanyaan itu selalu muncul tak kala ada orang yang “itu-itu” saja selalu mengkritik kita. orang yang sama dan tak jenuh-jenuhnya selalu mengkritik kita. sebenarnya alasan mereka yang sebenarnya itu apa sih? :bingung kalau caranya seperti itu kan bikin kesal. dasar. postingan ini saya dedikasikan untuk para orang-orang yang suka mengkritik dan menyembunyikan sesuatu dari seseorang. “ke laut aja lu!“. kalau semuanya jujur kan asik, tidak kayak kucing-kucingan seperti ini, sembunyi-sembunyi. :afro:

terbang… bagaimana rasanya terbang? punya sayap bagai burung melintasai awan. melihat alam sekitar bernafas dalam sebuah pundi-pundi udara yang tajam. bebas, tak kan ada yang membelenggu jalan dan pikiran. merasakan hembusan angin yang teramat sangat kencang. mengepakkan sayap, membumbung tinggi sejauh-jauhnya, terbang… ingin sekali merasakan menjadi seekor burung dalam 1 hari. merasakan pengalamannya. berkicau… bercengkrama dengan teman-temannya… mencari makanan dengan usaha dan kerja kerasnya… melihat daratan dari udara yang luas… dan, terbang dengan sayapnya… aku ingin terbang… terbang melewati batas dan sekat yang dibuat manusia… terbang mencari sebuah pengalaman… terbang untuk mendapatkan sebuah cita-cita… bukan cita-cita biasa, melainkan sebuah cita-cita untuk mengakhiri penderitaan umat manusia. pinjami aku sayapmu yang suci wahai malaikatku. :angel kan ku ajak terbang orang-orang yang mempunyai mimpi dan imajinasi. agar mereka benar-benar percaya bahwa imajinasi dan mimpi itu adalah sebuah sesuatu yang nyata dan berharga… :angel

akhirnya terlaksana juga setelah beberapa hari terkendala karena ada masalah teknis. keluarga HANSEK akhirnya dapat berkumpul untuk melakukan acara silaturahim kecil-kecilan. tidak banyak sih yang datang, tapi lumayan lah. yang datang juga tidak hanya angkatan 12 saja, tapi ada beberapa angkatan 13 yang hadir dalam acara hari ini. aku jadi keingat jaman SMA dulu, jika ada yang tidak hadir 1 saja kita akan dapat hukuman dari senior. dan biasanya hukuman itu berupa push up. 1 set ada 20 hitungan push up. tergantung senior menginginkan berapa kali set. itu jaman dahulu, saat masih culun-culun. hadeh :cd . pengalaman-pengalaman saat SMA, waktu mengikuti HANSEK merupakan sebuah pengalaman yang sangat-sangat berharga dan yang pasti tak akan pernah dilupakan. 1 angkatan, penderitaan bersama, senang bersama, sedih bersama, susah bersama, kami jalani dengan rasa bangga karena tidak banyak pada saat itu yang berani untuk mengikuti ekstrakurikuler yang bisa dibilang “keras”. semoga tahun depan lebih banyak lagi yang hadir. :hope kita sudah membuat janji, dan buat kami janji itu adalah sebuah nyawa. berikut foto kami para anggota dan komandan HANSEK angkatan 12 dan 13 :